Showing posts with label Haraki. Show all posts
Showing posts with label Haraki. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

01112012



Perkara2 yang perlu dititikberatkan dalam perjuangan, menurut Dr Yusuf Al-Qaradhawi:
1) Takutkan kemasyhuran.
2) Memuhasabah diri sendiri.
3) Beramal secara diam-diam
4) Tidak memerlukan pujian dan tidak tenggelam oleh pujian orang lain.
5) Tidak kedekut pujian terhadap orang yang memang layak menerimanya.
6) Melakukan apa yang selayaknya ketika memimpin.
7) Mencari keredhaan Allah bukan keredhaan manusia.


Sesungguhnya yang kita perlukan sekarang bukanlah da'i-da'i yang petah berbicara,pintar dan pandai menarik simpati ummat,tetapi da'i yang betul-betul faqeh dan ikhlas dalam memperjuangkan agama Allah dimuka bumi ini...

Apakah ada 'indicator' tertentu untuk menentukan tahap keikhlasan seseorang?

Hanya Allah jualah yang berhak menilainya.Seperti yang selalu kita dengarkan ikhlas itu ibarat semut hitam, dan duduknya di atas batu hitam dimalam yang pekat.

Bak kata murabbi Tuan Guru Haji Abdul Hadi dalam 'Islam,Fikrah dan daulah' menurutnya,

"Tidak mustahil 'ahli biasa' yang berkorban untuk Islam dengan cara yang jujur dan ikhlas,lebih afdhal daripada presiden itu sendiri,lebih mulia disisi Allah dari orang yang menjadi ketua di peringkat negeri,daerah,mahupun unit kerana nilaian disisi Allah adalah ikhlas dan taqwa."


#Ikhlaskan lah hati-hati kami Ya Allah T_T

Monday, July 30, 2012

Dakwah adalah cinta





Da'wah adalah cinta. 
dan cinta akan meminta semuanya darimu... 
Sampai pikiranmu, sampai perhatianmu. 
Berjalan, duduk dan tidurmu, 
Bahkan di tengah lelapmu... 
Isi mimpimu pun tentang da'wah..
tentang umat yang kau cintai... 
lagi2 memang seperti itulah dakwah... 
Menyedot saripati energimu sampai tulangmu...
Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu.
tubuh yang luluh lantak diseret -seret..
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari... 

 -Ust. Rahmat Abdullah



KATA-KATA "SANG MURABBI" KH RAHMAT ABDULLAH 

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan … 
Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan … 
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan … 
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan, hujatan dan obyekan…. 
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzon atau menjatuhkan … 
Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini … 
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba manjadi lagu kebangsaan… 
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian … 
Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos yang ngepas dan peta  tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan … 
Aku rindu zaman ketika binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo … 
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya … 
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya … 
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya Aku rindu zaman itu … 

Ya Rabb … 

Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami … 

Ya Rabb … 

Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …

_______________________


Dakwah adalah cinta.
Ternyata kita memerlukan cinta.
Dan kita adalah da'ei bukan penghukum.

#Nahnu Duat La Qudhat (Kita pendakwah bukan Hakim)
      -Hassan al-Hudhaibi rhm,mantan Mursyidul 'Am ke-2 Ikhwanul Muslimin